FATON BARIRA

Namaku Faton Barira. Tapi aku biasa menulisnya Fathon Barira, ya. Aku lahir di Cilacap, 20Maret 2003 tepatnya dikecamatan majenang.  Ibuku bernama Sri, dia cantik karena dia perempuan. Biasa dipanggil bu Tati. Akupun di rumah punya nama panggilan,  biasanya sih atong hehe.. Uniknya,saat ibuku mengandungku tidak banyak orang yang tahu, bahkan ibuku pun tidak tahu hingga usia kandungannya 4 bulan, yaa mungkin karena grjala gejala kehamilannya tidak seperti ibu hamil biasanya. Mungkin biasanya para ibu merasa tidak enak badan saat usia hamilnya masih muda. Tapi tidak dengan ibuku, dia kuat. Sekarang usiaku sudah remaja,  menginjak 15 tahun. Entah remaja ataupun dewasa akupun tidak tahuu(andaikan sedang menulis di whatsapp,pasti kalimat ini sudah kuberi emoticon ngakak). Selama masa 15 tahun ini tentunya tidak garing.



                                         wkwkwk :vvv



 Pasti ada suka, duka,  dan bahagia sampai berduka, yaa entah itu dengan keluarga,  teman, ataupun sahabat. Yang kuingat dari zaman permen kiss beli 500 dapet 6 adalah hanya ingat saat sakit :v.  Itu dimulai saat aku usia 4 tahun,  bersama kaka perempuanku yang bernama Nela Fitriyana. Sebenarnya kakaku ada 6, dan aku yang terakhir,  tetapi aku lebih dekat dengan kaka perempuanku, saat itu aku diajak untuk bermain di rumah temannya. “tong mau ikut ngga ke rumah temen mba?”, tanyanya,  aku pun lngsung menjawab iya karena mungkin saat itu aku sedang bosan. “emang dimana rumahnya?”,tanyaku masih penasaran dan dia menjawab “mba mia yang anaknya tukang baso di pettigaan”. Karena aku suka bakso, aku semakin tertarik untuk ikut dengannya. Kami berangkat menggunakan sepeda ontel biasa yang bisa untuk berdua. Namun sayang di tengah perjalanan kakiku tidak bisa mengkondisikan dan akhirnya masuk ruji ruji ban yang semuanya terbuat dari alumunium. Tentunya itu sngat menyakitkan dan meninggalkan Luka memar di dalam dan luar hingga warna kulit berubah menjadi biru. Selama 3 minggu aku menahan sakit akibatnya dan itu membuatku sangat bisan. Ayahku waktu itu masih bekerja sebagai pegawai desa. Kenapa tidak pegawai negri? Karena pendidikannya tidak sampai jenjang yang seharusnya. Setahuku dia bekerja sebagai pegawai desa sejak aku belum lahir hingga aku kelas 2 SD. Tahun 2009 bulan juli, aku mulai masuk sekolah dasar. Mungkin usiaku sudah 6 tahun lebih maka dari itu aku sudah harus masuk sekolah. Harapanku dulu bisa sekolah di sekolah dasar negeri, tapi aku dimasukkan ke Madrasah Ibtidaiyah 01 Mulyasari. Tidak apa, aku pun suka dengan sekolah itu karena pelajaran di mi lebih dominan pada karakter religi seseorang, kebetulan saat itu sedang masa jaya sekolah tersebut. Saat itu aku masih jadi anak pemalu, pendiam dan paling tidak suka dengan hal hal yang ribet. Itu sangat menggangguku. Mungkin sistem pengajar di SD adalh wali kelas sebagai pengajar tetap. Wali kelasku dulu selalu menunjukku untuk maju mengerjakan soal soal yang harus dikerjakan, karena dia tahu aku sangat pemalu dan mungkin hal itu akan membuatku sedikit jadi pemberani. Sekarang aku sangat bersyukur dn ingin berterimakasih kepada guru guruku. Berkat mereka, aku sekarang jadi berani untuk mengungkapkan pendapatku. Saat kelas 4 aku terpilih untuk mewakili sekolah dalam lomba pramuka Jambore dan Lomba Tingkat II di kecamatan. Tentu itu sudah sngat membanggakan, karena setiap tahunnya akupun terpilih menjadi perwakilan sekolah dalam lomba akademik maupun non akademik. Prestasi terakhir sebelum lulus adalah juara III lomba cerdas cermat se kecamatan dalam kategori madrasah. Setelah itu aku tidak diikutkan lomba lagi karena sudah mendekati waktu ujian. Aku sekolah tanpa ekstrakulikuler saat itu sngat membosankan hingga akuulus. Setelah aku lulus sekolah dasar, aku melanjutkan sekolahku di SMP Negeri 3 Majenang. Disana aku mendapat banyak teman. Dan saat itu pula aku mulai aktif berorganisasi. Setelah aku melihat kondisi sekolah aku tertarik dengan ekstrakurikuller pencak silat. Pelatihku bernama Dani Sutikno. Usianya masih sedikit tua hehe. Hai Ka Dani, aku mengucapkan terima kasih padamu atas motivasi yang kau berikan lewat tulisanku ini. Semoga saja kau membacanya. Namun sayang, dalam ekskul trrsebut aku hanya pernah berlomba 1 kali dlam ajang popda. Aku hanya ikut sekali bukan karena aku tidak layak bertarung. Sebenarnya jika dibndingkan teman seangkatanku, aku lebih baik. Aku masih mengenang rival tandingku, namanya Denis Aji Saputra. Saat bertanding kami selalu berimbang, kadang kalah kadang menang. Poin pun hnya berbeda sedikit. Mungkin sudah takdir untuk aku tidak masuk pencak silat lagi karena waktu kelas 8 smp, lengan kiri ku patah karena dijatuhkan saat bertanding. Entah itu aku yang salah jatuh karena tidak reflek atau lawanku yabg curang karena tidak boleh mengambil kaki dari bawah jika ingin menjatuhkan. Saat itu aku sedang sangat ingin mengiti event event silat. Namun itu hanya angan, aku hanya bisa sampai di waktu tersebut dan berhenti dari silat. Saat kelas 8 aku juga mengikuti organisasi. Dewan Penggalang namanya. Tentu itu berkaitan dengan pramuka. Kebetulan aku menjadi ketua hingga masa jabatan berakhir. Aku terpilih entah karena temanku yang salah pilih atau aku yang memang cocok menjadi ketua wkwkwk. Setelah menginjak kelas 9 aku sudah tidak aktif lagi dalam berorganisasi karena sibuk dengan les,  tugas yang menumpuk,  dan mungkin kondisi yang sudah melelahkan. Selain duka karena patah tulang, saat kelas 9 juga aku merasa duka yang sangat lara karena handphone ku dicuri oleh teman kelasku sendiri. Saat itu aku sedang shalat dan tersadar handphone hilang saat aku membuka tasku. Waktu itu sudah mendekati ujian nasional berbasis komputer kurang lebih hanya jarak 2 minggu. Tentunya aku sangat menahan emosi apakah harus melupakan atau meluapkan. Dan saat ujian berlangsung pun aku sempat bertengkar dan beradu kuat. Tetapi itu tidak berlanjut karena saat itu sudah banyak guru menunggu di depan sekolah. Itu semua membuat nilaiku sangaaaaaat anjlook. Aku sangat menyesal. Aku pernah mendapat peringkat 1 saat ulangan semester. Tapi kenapa ujian jadi peringkatku dibawaaah.  Aku sangat sedih,  dan keluargaku pun menyayangkan hal itu. Impianku untuk masuk sekolah favorit pun hilang seketika. Namun aku tetap mencoba mendaftarkan diriku di sekolah impianku, yaa mungkun ini berkat doa aku sekarang biasa masuk smk impianku. Sekarang aku sekolah di SMKN 1 WANAREJA.
 Mungkin berjarak 30 Km dari rumahku. Aku berangkat sekolah setiap pagi dengan teman smpku namanya Dani Safangaturrohman Aziz. Jika tidak tahu cari saja di majenang bapaknya yang bernama Sadali. Di smk aku mendapat bnyk teman. Kebanyakan adalah laki laki karena sekolah tersebut adalah sekolah teknik. Aku mengambil jurusan mesin. Banyak cerita tentang jurusan mesin. Dan yang paling kusukai adalah cerita tentang solidaritas anak teknik mesin. Itu semua terbukti karena aku menjalaninya. Aku mendapat teman yang menjaga solidnya tenik mesin walaupun mereka trrkadang sangat egois. Program srudy nya sangat menarik dan kini kaprodinya adalah pak MuhammadMubarok. Ya sekian cerita ini diceritakan tapi pake tulisan yang melelahkan dalam semalam kuketikkan sesuai dengan kepala yang mod modan. Ambil saja hikmahnya walauoun ini tak ada kejadian yang berhikmah. Seandainya btas minimalnya 2000, pasti aku akan termotivasi dan membuat cerita sepanjang panjangnya. Jangan sampai lupa dengan ingatan. Dan saya ingin mengingatkan apa yang di ingatkan oleh guru smp ku yang bernama ibu Ambar Susanti bahwa, Orang yang beruntung adalah orang yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok lebih baik dari hari ini. Jadilah orang baik tanpa merusak hari orang lain. Karena orang baik juga tercipta dari hari yang baik. Allahu Akbar

Komentar

Posting Komentar